31
Teknologi

Cara Mengatasi Cyber ​​Crime

Sesuai dengan gaya hidup yang semakin bergerak ke arah virtual, masing-masing berbelanja, belajar, berlari dan juga beribadah. Namun, kejahatan juga beradaptasi dengan dunia digital, dan kita menyadarinya sebagai kejahatan dunia maya.

 

Beberapa kasus kejahatan siber yang muncul berasal dari institusi besar, mulai dari situs e-commerce, bank, situs pemerintah, hingga start-up, ataupun brand besar.

 

Kasus-kasus kejahatan dunia maya dalam lingkup yang lebih kecil juga dapat muncul di sekitar kita, mulai dari pornografi, bullying, dan penculikan penggunaan teknologi virtual.

 

Dalam hal pidana di Indonesia, kejahatan siber diatur dalam Undang-Undang Nomor sebelas Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 Undang-Undang ITE, khususnya dalam pasal 27 sampai dengan 30 tentang perbuatan yang dilarang. .

 

Lalu, bagaimana cara mencegahnya? Berikut cara yang bisa dilakukan

1. Gunakan Software Resmi

Anda perlu mengetahui bahwa ada banyak malware dalam paket bajakan yang pasti dapat merusak komputer komunitas komputer Anda.

 

Gunakan pola pikir bahwa membeli program perangkat lunak asli adalah investasi dalam menjalankan inventaris yang Anda gunakan selama bertahun-tahun yang akan datang.

2. Backup Data Melalui Cloud

 

Siapa yang senang ketika sesuatu hilang? Itu tidak ada. Namun dengan teknologi serba virtual ini, Anda dapat kembali mere

 

kam berbagai rekaman penting, mulai dari film, pix, tune, file rekaman, dan banyak lagi. Anda dapat melakukan back-up dengan cara menyalin data yang dianggap penting di beberapa komputer komunitas laptop lain atau hard disk dan juga mengunggahnya ke penyimpanan cloud.

 

Anda bisa mempercayakan Telkom Digital Wholesale Service sebagai penyedia layanan data center di indonesia sehingga bisa memenuhi kebutuhan teknologi perusahaan Anda.

 

Tindakan keamanan ini mungkin sangat berguna jika data Anda salah tempat karena virus atau malware, atau diretas.

 

Periksa statistik lembaga keuangan dan utang moneter secara teratur.

Sebagian besar bank dan platform biaya secara teratur mengirimkan catatan transaksi bank melalui obrolan atau email. Tentu saja, Anda dapat menggunakan fasilitas ini untuk menguji dan melihat transaksi secara teratur dan mengetahui transaksi yang mencurigakan.

 

Jika ada transaksi yang mencurigakan, segera hubungi bank atau platform pembayaran yang Anda gunakan untuk bantuan.

3. Gunakan Pola Kata Sandi yang Kuat

Penggunaan password yang terlalu halus juga akan berdampak pada pelanggaran akun. Jangan lagi menggunakan sandi dalam urutan angka 1234567890 dan campuran huruf besar, kecil, dan simbol.

4. Gunakan Perlindungan Tambahan

Enkripsi adalah sistem pengubahan fakta dari teks biasa yang dapat dibaca manusia menjadi teks yang tidak dapat dipahami sehingga fakta dapat paling mudah dibaca melalui manusia yang telah mendapatkan aksesnya.

 

Dengan mengenkripsi statistik, peretas dapat dengan mudah mempelajari konten tekstual yang acak dan tidak dapat dipahami.

 

Contoh penggunaan enkripsi data terjadi di Wi-Fi Protected Access 2 (WPA2) dan Jaringan Area Lokal atau jaringan nirkabel di dalam kantor atau rumah.

5. Jangan Sembarang Instal Program

Periksa komputer Anda dan pastikan program perangkat lunak keamanan terpasang dan aktif. Ini penting, mengingat bahwa kejahatan dunia maya dan virus dapat menyerang kapan saja, terlepas dari apakah Anda terhubung dengan internet atau tidak.

 

Dengan program perangkat lunak keamanan, komunitas komputer Anda akan memberikan peringatan dini dan dapat memblokir akses ke peretasan.